Info

Welcome to My Website

WELCOME TO THE DEMON WORLD

About The Dark Knight

Nama saya Noer Ramadhan, tetapi anda semua bisa memanggil saya Adan...Saya hanyalah seseorang yang biasa-biasa saja dan bukanlah orang yang pintar, tetapi saya ingin berusaha dan mencoba mempelajari serta mengembangkan sesuatu yang menarik bagi saya...Well,,saya rasa itu saja sekilas tentang saya...So, Thanks's for your visit...

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

January 11, 2011

Marketing Mix

0
A. Pengertian Marketing Mix

     Marketing Mix adalah kombinasi dari strategi produk, harga, promosi, dan distribusi dalam mencapai tujuan pemasaran. Marketing Mix juga sering disebut strategi 4P (Product, Price, Promotion, and Placement) dalam pemasaran yang merupakan alat yang dapat digunakan produsen untuk mempengaruhi konsumen. Marketing Mix dapat juga diartikan sebagai kombinasi dari 4 kegiatan perusahaan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, struktur harga, sistem distribusi, dan kegiatan promosi.

B. Strategi Marketing Mix

    Perencanaan dalam pemasaran mencakup penentuan strategi yang akan diambil agar produk dapat terjual ke tangan konsumen. Ini bererti bahwa tugas dari manajemen pemasaran adalah bagaimana mengkomunikasikan keberadaan produk kepada pasar, sehingga dalam pikiran konsumen muncul perhatian akan produk tersebut. Jika image suatu produk bermutu tinggi, serta memiliki kelebihan dibanding produk lain, maka tugas manajemen pemasaran akan bergeser bagaimana mempertahankan image tersebut agar melekat di pikiran para konsumennya.
    Para pengusaha dapat mempengaruhi konsumen melalui produk yang ditawarkan. Produk dapat dibuat sedemikian rupa supaya menarik perhatian konsumen, misalnya warna yang menarik, bungkus/kemasannya cantik, dan ukurannya praktis. Sebagai contoh, kecap ABC sejak dahulu rasanya terkenal enak dan mampu menggugah selera makan, ternyata juga tidak berhenti pada kepuasan nama yang telah diperolehnya. Dengan pasar yang bertambah luas dan berkembangnya para pengusaha kecap sejenis, perusahaan juga menawarkan produk dalam berbagai pilihan kemasan. Hal itu dikarenakan, perusahaan kecap ABC menyadari bahwa konsumennya sangat beragam, mulai dari rumah tangga yang menganggap lebih praktis jika membeli kecap dengan kemasan sachet, hingga ke restoran yang membutuhkan kecap dalam jumlah yang besar (dalam kemasan botol).
    Strategi dalam penyediaan produk adalah penentuan saluran distribusi produk yang dinilai paling efektif dalam penyediaan produk secara cepat dan tepat sesuai dengan keinginan konsumen.

C. Contoh Penerapan Marketing Mix

   Ada 2 jenis contoh penerapan strategi marketing mix, yaitu strategi pemasaran untuk barang konsumsi dan barang industri.

1. Contoh penerapan marketing mix untuk barang konsumsi

a. Riset dan Analisis Pasar, meliputi:
  • Peramalan data masa lalu untuk barang-barang yang dibeli secara teratur
  • Survey melalui surat kabar
  • Pengambilan sampel untuk pasar yang lebih luas
  • Pengujian pasar untuk mengurangi risiko
b. Produk, meliputi:
  • Menentukan bentuk produk
  • Menentukan brand name
  • Menentukan kriteria pemberian garansi
  • Menentukan pembungkusan produk
c. Penetapan Harga, meliputi:
  • Harga berorientasi pada biaya produksi
  • Permintaan cenderung elastis
d. Promosi, meliputi:
  • Periklanan di surat kabar dan majalah
  • Sponsorship
e. Distribusi, meliputi:
  • Menggunakan saluran pemasaran agen-perantara-konsumen akhir
  • Penjualan langsung melalui pos
  • Alat transpor untuk pengiriman ditentukan oleh biaya dan waktu


2. Contoh penerapan marketing mix untuk barang industri

a. Riset dan Analisis Pasar, meliputi:
  • Survey untuk pembeli yang kurang potensial
  • Pengumpulan data dengan kontak langsung
  • Pengujian pasar untuk mengurangi risiko
b. Produk, meliputi:
  • Nama dan reputasi perusahaan sangat penting
  • Menekankan pada pelayanan purna jual
  • Mengarahkan pada hubungan pembeli dan penjual untuk menentukan produk akhir
  • Pembungkusan penting sebagai pelindung
c. Penetapan Harga, meliputi:
  • Harga berorientasi pada permintaan untuk barang-barang standar
  • Harga lebih mudah dikendalikan
  • Permintaan cenderung elastis untuk barang-barang yang dibuat atas dasar pesanan
d. Promosi, meliputi:
  • Penting menggunakan salesmen
  • Digunakan iklan dan promosi penjualan
e. Distribusi, meliputi:
  • Tidak menggunakan perantara
  • Pemilihan alat transpor ditentukan oleh faktor waktu dan biaya

November 22, 2010

Financial Market, Money Market, and Capital Market

0
A. Financial Market

Financial Market is a mechanism that allows people to buy and sell (trade) financial securities (such as stocks and bonds), commodities, and other fungible items of value at low transaction costs and at prices that reflect the efficient-market hypothesis.
In finance, financial markets facilitate:
  • The raising of capital (in the capital markets)
  • The transfer of risk (in the derivatives markets)
  • International trade (in the currency markets)
– and are used to match those who want capital to those who have it.
Typically a borrower issues a receipt to the lender promising to pay back the capital. These receipts are securities which may be freely bought or sold. In return for lending money to the borrower, the lender will expect some compensation in the form of interest or dividends.

The financial markets can be divided into different subtypes:
  • Capital markets which consist of:
    • Stock markets, which provide financing through the issuance of shares or common stock, and enable the subsequent trading thereof.
    • Bond markets, which provide financing through the issuance of bonds, and enable the subsequent trading thereof.
  • Commodity markets, which facilitate the trading of commodities.
  • Money markets, which provide short term debt financing and investment.
  • Derivatives markets, which provide instruments for the management of financial risk.
  • Futures markets, which provide standardized forward contracts for trading products at some future date; see also forward market.
  • Insurance markets, which facilitate the redistribution of various risks.
  • Foreign exchange markets, which facilitate the trading of foreign exchange.
The capital markets consist of primary markets and secondary markets. Newly formed (issued) securities are bought or sold in primary markets. Secondary markets allow investors to sell securities that they hold or buy existing securities.

B. Money Market

The money market is a component of the financial markets for assets involved in short-term borrowing and lending with original maturities of one year or shorter time frames. Trading in the money markets involves Treasury bills, commercial paper, bankers' acceptances, certificates of deposit, federal funds, and short-lived mortgage- and asset-backed securities. It provides liquidity funding for the global financial system.

In the United States, federal, state and local governments all issue paper to meet funding needs. States and local governments issue municipal paper, while the US Treasury issues Treasury bills to fund the US public debt.
  • Trading companies often purchase bankers' acceptances to be tendered for payment to overseas suppliers.
  • Retail and institutional money market funds
  • Banks
  • Central banks
  • Cash management programs
  • Arbitrage ABCP conduits, which seek to buy higher yielding paper, while themselves selling cheaper paper.
  • Merchant Banks
This is the common money market instruments:

  • Certificate of deposit - Time deposits, commonly offered to consumers by banks, thrift institutions, and credit unions.
  • Repurchase agreements - Short-term loans—normally for less than two weeks and frequently for one day—arranged by selling securities to an investor with an agreement to repurchase them at a fixed price on a fixed date.
  • Commercial paper - Unsecured promissory notes with a fixed maturity of one to 270 days; usually sold at a discount from face value.
  • Eurodollar deposit - Deposits made in U.S. dollars at a bank or bank branch located outside the United States.
  • Federal agency short-term securities - (in the U.S.). Short-term securities issued by government sponsored enterprises such as the Farm Credit System, the Federal Home Loan Banks and the Federal National Mortgage Association.
  • Federal funds - (in the U.S.). Interest-bearing deposits held by banks and other depository institutions at the Federal Reserve; these are immediately available funds that institutions borrow or lend, usually on an overnight basis. They are lent for the federal funds rate.
  • Municipal notes - (in the U.S.). Short-term notes issued by municipalities in anticipation of tax receipts or other revenues.
  • Treasury bills - Short-term debt obligations of a national government that are issued to mature in three to twelve months. For the U.S., see Treasury bills.
  • Money funds - Pooled short maturity, high quality investments which buy money market securities on behalf of retail or institutional investors.
  • Foreign Exchange Swaps - Exchanging a set of currencies in spot date and the reversal of the exchange of currencies at a predetermined time in the future.
  • Short-lived mortgage- and asset-backed securities

C. Capital Market

A capital market is a market for securities (debt or equity), where business enterprises (companies) and governments can raise long-term funds. It is defined as a market in which money is provided for periods longer than a year, as the raising of short-term funds takes place on other markets (e.g., the money market). The capital market includes the stock market (equity securities) and the bond market (debt). Financial regulators, such as the UK's Financial Services Authority (FSA) or the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), oversee the capital markets in their designated jurisdictions to ensure that investors are protected against fraud, among other duties.
Capital markets may be classified as primary markets and secondary markets. In primary markets, new stock or bond issues are sold to investors via a mechanism known as underwriting. In the secondary markets, existing securities are sold and bought among investors or traders, usually on a securities exchange, over-the-counter, or elsewhere.


November 16, 2010

LEADERSHIP

0

Theories

Leadership is "organizing a group of people to achieve a common goal." The leader may or may not have any formal authority. Students of leadership have produced theories involving traits,situational interaction, function, behavior, power, vision and values, charisma, and intelligence among others.
Arieu, A. defines a leader as "a person capable of inspiring and associate others with a dream." It is therefore important that organizations have a mission high transcendent, since it is a powerful way to strengthen the leadership of its directors.

Early history

The search for the characteristics or traits of leaders has been ongoing for centuries. History's greatest philosophical writings from Plato's Republic to Plutarch's Lives have explored the question of "What qualities distinguish an individual as a leader?" Underlying this search was the early recognition of the importance of leadership and the assumption that leadership is rooted in the characteristics that certain individuals possess. This idea that leadership is based on individual attributes is known as the "trait theory of leadership."
This view of leadership, the trait theory, was explored at length in a number of works in the previous century. Most notable are the writings of Thomas Carlyle and Francis Galton, whose works have prompted decades of research. In Heroes and Hero Worship (1841), Carlyle identified the talents, skills, and physical characteristics of men who rose to power. In Galton's (1869) Hereditary Genius, he examined leadership qualities in the families of powerful men. After showing that the numbers of eminent relatives dropped off when moving from first degree to second degree relatives, Galton concluded that leadership was inherited. In other words, leaders were born, not developed. Both of these notable works lent great initial support for the notion that leadership is rooted in characteristics of the leader.
For decades, this trait-based perspective dominated empirical and theoretical work in leadership.Using early research techniques, researchers conducted over a hundred studies proposing a number of characteristics that distinguished leaders from nonleaders: intelligence, dominance, adaptability, persistence, integrity, socioeconomic status, and self-confidence just to name a few.

Rise of alternative theories

In the late 1940s and early 1950s, however, a series of qualitative reviews of these studies (e.g., Bird, 1940; Mann, 1959) prompted researchers to take a drastically different view of the driving forces behind leadership. In reviewing the extant literature, Stogdill and Mann found that while some traits were common across a number of studies, the overall evidence suggested that persons who are leaders in one situation may not necessarily be leaders in other situations. Subsequently, leadership was no longer characterized as an enduring individual trait, as situational approaches (see alternative leadership theories below) posited that individuals can be effective in certain situations, but not others. This approach dominated much of the leadership theory and research for the next few decades. Stogdill, 1948;

Reemergence of trait theory

New methods and measurements were developed after these influential reviews that would ultimately reestablish the trait theory as a viable approach to the study of leadership. For example, improvements in researchers' use of the round robin research design methodology allowed researchers to see that individuals can and do emerge as leaders across a variety of situations and tasks.Additionally, during the 1980s statistical advances allowed researchers to conduct meta-analyses, in which they could quantitatively analyze and summarize the findings from a wide array of studies. This advent allowed trait theorists to create a comprehensive and parsimonious picture of previous leadership research rather than rely on the qualitative reviews of the past. Equipped with new methods, leadership researchers revealed the following:
  • Individuals can and do emerge as leaders across a variety of situations and tasks
  • Significant relationships exist between leadership and such individual traits as:
  • intelligence
  • adjustment
  • extraversion
  • conscientiousness
  • openness to experience
  • general self-efficacy
While the trait theory of leadership has certainly regained popularity, its reemergence has not been accompanied by a corresponding increase in sophisticated conceptual frameworks.
Specifically, Zaccaro (2007) noted that trait theories still:
  1. Focus on a small set of individual attributes such as Big Five personality traits, to the neglect of cognitive abilities, motives, values, social skills, expertise, and problem-solving skills
  2. Fail to consider patterns or integrations of multiple attributes
  3. Do not distinguish between those leader attributes that are generally not malleable over time and those that are shaped by, and bound to, situational influences
  4. Do not consider how stable leader attributes account for the behavioral diversity necessary for effective leadership

Attribute pattern approach

Considering the criticisms of the trait theory outlined above, several researchers have begun to adopt a different perspective of leader individual differences - the leader attribute pattern approach. In contrast to the traditional approach, the leader attribute pattern approach is based on theorists' arguments that the influence of individual characteristics on outcomes is best understood by considering the person as an integrated totality rather than a summation of individual variables. In other words, the leader attribute pattern approach argues that integrated constellations or combinations of individual differences may explain substantial variance in both leader emergence and leader effectiveness beyond that explained by single attributes, or by additive combinations of multiple attributes.

Behavioral and style theories

 


October 20, 2010

KONSEP, FUNGSI, DAN TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN

0

A. KONSEP MANAJEMEN KEUANGAN
        Manajemen Keuangan adalah seluruh aktivitas kegiatan perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan upaya untuk mendapatkan dana perusahaan dengan meminimalkan biaya serta upaya penggunaan dan pengalokasian dana tersebut secara efesien

B. Fungsi Manajemen Keuangan
          Penjelasan singkat mengenai Fungsi dari Manajemen Keuangan adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan Keuangan
           
            Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.

2. Penganggaran Keuangan

Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.

3. Pengelolaan Keuangan
           
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

4. Pencarian Keuangan
           
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.

5. Penyimpanan Keuangan

Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.

6. Pengendalian Keuangan

            Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.

7. Pemeriksaan Keuangan

            Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.


C. Tujuan Manajemen Keuangan

        Adapun tujuan dari manajemen keuangan adalah sebagai berikut:
1.  Memaksimalkan kesejahteraan pemilik perusahaan atau memaksimalkan nilai perusahaan.

2.  Menjaga kelangsungan hidup perusahaan (going concern).

3.  Mencapai kesejahteraan masyarakat sebagai tanggung jawab social perusahaan.

October 09, 2010

Wadi'ah

0
A. PENGERTIAN

Dalam bidang ekonomi syariah, wadiah adalah titipan nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat nasabah yang bersangkutan menghendaki. Bank bertanggungjawab atas pengembalian titipan tersebut.
Wadiah sendiri dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Wadiah Yad Dhamanah - wadiah di mana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat kala si pemilik menghendakinya.
  2. Wadiah Yad Amanah - wadiah di mana si penerima titipan tidak bertanggungjawab atas kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada barang titipan selama hal ini bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan penerima titipan dalam memelihara titipan tersebut
Kata wadi’ah berasal dari wada’asy syai-a, yaitu meninggalkan sesuatu. Sesuatu yang seseorang tinggalkan pada orang lain agar dijaga disebut wadi’ah, karena dia meninggalkannya pada orang yang sanggup menjaga1. Secara harfiah, Al-wadi’ah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak yang lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendakinya.
Ada dua definisi yang dikemukakan oleh ulama fiqh3, yaitu :
1.Ulama madzhab hanafi mendefinisikan : 
  
تسليط الغير على حفظ ماله صارحا أو دلالة

“ mengikut sertakan orang lain dalam memelihara harta baik dengan ungkapan yang jelas maupun isyarat”
Umpamanya ada seseorang menitipkan sesuatu pada seseorang dan si penerima titipan menjawab ia atau mengangguk atau dengan diam yang berarti setuju, maka akad tersebut sah hukumnya.

2.Madzhab Hambali, Syafi’I dan Maliki ( jumhur ulama ) mendefinisikan wadhi’ah sebagai berikut : 
 
توكيل في حفظ مملوك على وجه مخصوص

“ mewakilkan orang lain untuk memelihara harta tertentu dengan cara tertentu “

menurut HASBI-ASHIDIQIE al-wadi’ah ialah :
“akad yang inrinya minta pertolongan pada seseorang dalam memelihara harta penitip.”
menurut SYAIKH SYIHAB al-DIN al-QALYUBI wa SYAIKH Umairah al-wadi’ah ialah :
“benda yang diletakan pda orang lain untuk dipeliharanya
menurut IBRAHIM al-BAJURI berpendapat bahwa yang dimaksud al-wadi’ah ialah
“akad yang dilakukan untuk penjagaan”
menurut ADDRIS AHMAD bahwa titipan adalah barang yang diserahkan (diamanahkan) kepada seseorang supaya barang itu dijaga baik-baik.
Tokoh – tokoh ekonomi perbankan berpendapat bahwa wadhi’ah adalah akad penitipan barang atau uang kepada pihak yang diberi kepercayaan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan dan keutuhan barang atau uang tersebut.

B. Hukum Wadi’ah
Pengertian bahasa adalah “Meninggalkan atau meletakkan. Yaitu meletakkan sesuatu pada orang lain untuk dipelihara atau dijaga”. Sedangkan dalam istilah : “Memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga hartanya/ barangnya dengan secara terang-terangan atau dengan isyarat yang semakna dengan itu”.
Landasan Syariah, “Sesungguhnya Allah telah menyuruh kamu agar menyampaikan amanat kepada ahlinya.” (4 : 58). “Dan hendaklah orang yang diberikan amanat itu menyampaikan amanatnya” (2: 283).
“Tunaikanlah amanah yang dipercayakan kepadamu dan janganlah kamu mengkhiatani terhadap orang yang telah mengkhianatimu” . H. R. Abu Dawud dan Tirmidzi.
Ijma’ Para ulama daria zaman dulu sampai sekarang telah menyepakati akad wadiah ini karena manusia memerlukannya dalam kehidupan muamalah.
Rukun Wadiah :

* Muwaddi’ ( Orang yang menitipkan).
   * Wadii’ ( Orang yang dititipi barang).
   * Wadi’ah ( Barang yang dititipkan).
   * Shighot ( Ijab dan qobul). 
 
Syarat Rukun Yang dimaksud dengan syarat rukun di sini adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh rukun wadiah. Dalam hal ini persyaratan itu mengikat kepada Muwaddi’, wadii’ dan wadi’ah. Muwaddi’ dan wadii’ mempunyai persyaratan yang sama yaitu harus balig, berakal dan dewasa. Sementara wadi’ah disyaratkan harus berupa suatu harta yang berada dalam kekuasaan/ tangannya secara nyata.
Sifat akad wadiah Karena wadiah termasuk akad yang tidak lazim, maka kedua belah pihak dapat membatalkan perjanjian akad ini kapan saja. Karena dalam wadiah terdapat unsur permintaan tolong, maka memberikan pertolongan itu adalah hak dari wadi’. Kalau ia tidak mau, maka tidak ada keharusan untuk menjaga titipan.
Namun kalau wadii’ mengharuskan pembayaran, semacam biaya administrasi misalnya, maka akad wadiah ini berubah menjadi “akad sewa” (ijaroh) dan mengandung unsur kelaziman. Artinya wadii’ harus menjaga dan bertanggung jawab terhadap barang yang dititipkan. Pada saat itu wadii’ tidak dapat membatalkan akad ini secara sepihak karena dia sudah dibayar.

Jenis-jenis Wadiah :
* Wadiah yad amanah Pada keadaan ini barang yang dititipkan merupakah bentuk amanah belaka dan tidak ada kewajiban bagi wadii’ untuk menanggung kerusakan kecuali karena kelalaiannya.
   * Wadiah yad dhomanah. Wadiah dapat berubah menjadi yad dhomanah, yaitu wadii’ harus menanggung kerusakan atau kehilangan pada wadiah, oleh sebab-sebab berikut ini:
* wadii’ menitipkan barang kepada orang lain yang tidak biasa dititipi barang.
   * wadii’ meninggalkan barang titipan sehingga rusak.
   * memanfaatkan barang titipan.
   * bepergian dengan membawa barang titipan.
   * jika wadii’ tidak mau menyerahkan barang ketika diminta muwaddi’, maka ia harus menanggung jika barang itu rusak.
   * mencampur dengan barang lain yang tidak dapat dipisahkan. 
 
 
 
 
 
Sumber: id.wikipedia.org

September 29, 2010

Perbankan Syari'ah

0
 Berikut ini adalah pembahasan singkat tentang Perbankan Syari'ah. Untuk pembahasan lebih detail, Insya Allah akan ditampilkan dipostingan berikutnya.

A. PENGERTIAN
     Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.

     Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.
Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain:
  • Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan.
  • Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.
  • Islam tidak memperbolehkan "menghasilkan uang dari uang". Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.
  • Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.
  • Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah.
B. Produk Perbankan Syari'ah

Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain:

1. Jasa Peminjam Dana
  • Mudhorobah, adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan, kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan.
  • Musyarokah (Joint Venture), konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan.
  • Murobahah , yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank, dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. Contoh:harga rumah, 500 juta, margin bank/keuntungan bank 100 jt, maka yang dibayar nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah.
  • Takaful (asuransi islam)

2. Jasa Peminjam Dana
  • Wadi'ah (jasa penitipan), adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban, namun diperbolehkan, untuk memberikan bonus kepada nasabah.
  • Deposito Mudhorobah, nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu.

September 25, 2010

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

0
A. Pengertian MSDM
     MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja secara efisien dan efektif sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan,karyawan dan masyarakat.


B. Fungsi Operasional MSDM
    Fungsi operasional dalam Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan basic ( dasar ) pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi/perusahaan. Fungsi operasional tersebut terbagi 5 ( lima ), secara singkat sebagai berikut:

_ Fungsi Pengadaan
adalah proses penarikan ,seleksi,penempatan,orientasi,dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai kebutuhan perusahaan.( the right man in the right place).
_ Fungsi Pengembangan
adalah proses peningkatan ketrampilan teknis,teoritis,konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan latihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
_ Fungsi Kompensasi
adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak lansung berbentuk uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan tanggung jawab karyawan tersebut.
_ Fungsi Pengintegrasian
adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan. Dimana Pengintegrasian adalah hal yang penting dan sulit dalam MSDM, karena mempersatukan dua aspirasi/kepentingan yang bertolak belakang antara karyawan dan perusahaan.
_ Fungsi Pemeliharaan
adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan jangka panjang. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan program K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) .

C. Peran Strategik MSDM
Perubahan teknologi yang sangat cepat, memaksa organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkugnan usahanya. Perubahan tersebut telah menggeser fungsi-fungsi manajeman sumber daya manusia yang selama ini hanya dianggap sebagai kegiatan administrasi, yang berkaitan dengan perekrutan pegawai staffing ,coordinating yang dilakukan oleh bagian personalia saja.

August 04, 2010

Boediono: Redenominasi Baru Sebatas Studi

0
JAKARTA - Wakil Presiden Boediono akhirnya angkat suara terkait wacana redenominasi yang berkembang. Sekarang ini, dia menyatakan, jika redenominasi masih sebatas studi yang belum selesai.

"Itu adalah studi dari Bank Indonesia (BI) dan memang domain dari BI, bank sentral untuk mempelajari berbagai opsi tapi studi itu, tadi ketemu Pak Darmin, studi ini berlanjut belum selesai," jelas Wapres di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Sore ini, seusai memanggil Gubernur BI Terpilih Darmin Nasution ke kantornya, dengan ditemani Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wapres memberikan keterangan khusus kepada pers.  Sesaat sebelum menyampaikan keterangan, IHSG ditutup anjlok 85,32 poin atau 2,79 persen ke posisi 2.973,66.

Wapres juga mengungkapkan, jika dirinya juga tidak mengetahui kapan studi ini selesai. Studi yang dilakukan in pun mengacu kepada negara-negara yang telah melakukan redenominasi.

"Nanti  kalau sudah ada hasil yang defenitif tentunya dibahas dengan pemerintah, dengan wacana publik dan sebagainya jadi memang redenominasi ini telah diberlakukan di berbagai negara, Turki dan sebagainya. Itu biar dipelajari tapi itu sekali lagi statusnya adalah studi. Dan kalau prosesnya nanti akan panjang, apapun hasil studi yang menjadi policy itu prosesnya panjang, jadi itulah posisi yang ingin saya sampaikan kepada saudara-saudara sekalian," jelasnya.
  
sumber: www.okezone.com

Redenominasi Rupiah Picu Kontroversi!

0
JAKARTA - Wacana Bank Indonesia (BI) menyederhanakan pecahan mata uang (redenominasi) rupiah memicu kontroversi. Sebagian kalangan merespons positif redenominasi rupiah, sebagian lainnya menentang rencana itu.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara berpendapat redenominasi rupiah tidak perlu dilakukan lantaran tidak bermanfaat bagi fundamental perekonomian Indonesia. BI sebaiknya fokus pada langkah-langkah nyata memperbaiki perekonomian nasional.

"BI lebih baik fokus menurunkan inflasi daripada merencanakan redenominasi," ujarnya saat dihubungi di Jakarta.

BI menilai sudah saatnya melakukan redenominasi rupiah demi menghindari kerugian di masa depan akibat nilai transaksi yang semakin besar, melampaui sistem penghitungan. Bank sentral beralasan, uang pecahan terbesar Indonesia, Rp100.000, merupakan yang terbesar kedua di dunia, setelah Vietnam dengan pecahan terbesar 500.000 dong.

Bila memperhitungkan Zimbabwe, yang pernah mencetak pecahan 100 miliar dolar, pecahan Rp100.000 menempati urutan ketiga terbesar.Redenominasi adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Semisal terjadi redenominasi tiga digit (tiga angka nol), maka Rp1.000 menjadi Rp1. Nantinya pecahan mata Rp1 yang baru setara dengan denominasi Rp1.000 yang lama.

Sebagai contoh, bila harga premium dengan pecahan lama dibeli seharga Rp4.500 per liter, dengan pecahan baru cukup dibeli dengan uang Rp4,5.BI mengklaim redenominasiakanmendorongefisiensidalam pencatatan pembukuan maupun dalam transaksi sehari-hari.

Ekonom Tony Prasetiantono menganggap ide redenominasi sebenarnya hal bagus. Tapi syarat untuk mencapai hal itu sangat berat, akhirnya dia pesimistis jalan redenominasi bisa mulus. Selain faktor kepercayaan masyarakat yang naik turun, tingkat pemahaman masyarakat terhadap redenominasi juga belum memadai.

"Kalau masalah istilah saja sudah ribet, bagaimana menyosialisasi kannya," kata Tony.

Pengamat pasar uang, Farial Anwar,mengatakan redenominasi rupiah merupakan sesuatu yang positif karena pecahan rupiah saat ini sudah sangat besar jika dibandingkan mata uang lain.

"Pecahan yang besar menyulitkan karena jika kita hitung dengan kalkulator saja sudah tidak cukup," katanya.

Pemberlakuan kebijakan ini harus dipersiapkan secara matang. Perlu ada periode peralihan yang panjang.“Apalagi tidak semua masyarakat paham," tuturnya.

Wakil Presiden (Wapres) Boediono meminta masyarakat tenang dalam menyikapi prokontra wacana redenominasi rupiah. Dia menegaskan bahwa redenominasi rupiah masih berupa studi yang dilakukan oleh BI.Pemerintah pun belum berencana melakukan kebijakan itu.

"Studi ini belum final, masih berlanjut. Selesainya berapa lama, kita belum tahu. Saat ini saya kira yang paling penting bagi kita adalah menjaga ketenangan, kestabilan dari situasi ekonomi kita," ujar Boediono.
 
sumber: www.okezone.com

March 09, 2010

Inflasi

0
 Pengertian Inflasi

 inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.


Faktor-faktor Penyebab Inflasi

Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan atau desakan biaya produksi.
Factor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah sebagai berikut:
a. Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa
b. Tuntutan kenaikan upah dari pekerja.
c. Kenaikan harga barang impor
d. Penambahan penawaran uang dengan cara mencetak uang baru
e. Kekacauan politik dan ekonomi seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998. akibatnya angka inflasi mencapai 70%.


Mengukur Inflasi

Mengukur inflasi

Inflasi diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:
  • Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
  • Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI).
  • Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.
  • Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.
  • Indeks harga barang-barang modal
  • Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.
Dampak Inflasi

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat.

Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.